Translate

Minggu, 20 Oktober 2013

Bersyukur adalah obat


 Alkisah, ada seorang ibu muda yang sudah berhari-hari tidak makan, hingga tubuhnya semakin kurus. Seorang tabib memeriksa denyut nadinya, lalu berkata: “Anda memendam begitu banyak masalah dalam hati , sehingga badan menjadi lemah.Karena sebenarnya Anda tidak memiliki penyakit yang parah.”

Setelah mendengar diagnosis sang tabib, ibu muda itu merasa sangat lega seperti terlepas dari beban berat. Kemudian, ibu muda itu pun menceritakan semua masalahnya pada sang tabib. Tabib pun bertanya, “Bagaimana perasaan suami terhadap Anda?”
Si ibu muda menjawab dengan tersenyum, “Sangat menyayangi saya.” Tabib bertanya lagi, “Apakah punya anak?” Dengan penuh ceria si ibu muda menjawab, “Ada, seorang putri, sangat pengertian….”
Sambil bertanya, sang tabib pun menuliskan sesuatu. Setelah itu, ia memperlihatkan tulisannya di dua kertas pada si ibu muda. Lembar yang satu bertuliskan masalah si ibu muda, dan lembaran yang lain berisikan sukacita si ibu muda.
Kemudian, sang tabib berkata pada si ibu muda, “Kedua kertas ini adalah resep obat untuk penyakit Anda, selama ini Anda mencatat semua masalah yang Anda hadapi, dan melupakan sukacita di sekitar Anda.”Inilah pangkal persoalannya.
Sambil berkata begitu, sang tabib menyuruh muridnya membawakan sebaskom air dan tinta. Setelah itu, sang tabib meneteskan tinta hitam ke dalam air yang jernih. Terlihat warna hijau muda dari tetesan tinta yang mulai menyebar ke seluruh permukaan air.
Dalam sekejap, tinta itu tak terlihat lagi. Sang tabib berkata lagi, “Ketika tinta hitam masuk ke dalam air, warnanya akan memudar. Bukankah kehidupan kita juga begitu?”
Sering kali beban penderitaan yang begitu berat kita rasakan, dikarenakan diri kita sendiri yang terlalu terpaku pada masalah-masalah yang ada dan melupakan sukacita yang ada di sekitar kita. Cobalah belajar untuk mencampurkan sedikit demi sedikit penderitaan pada air kehidupan yang jernih, luas, dan berisi sukacita . Dengan begitu, beban hidup kita akan terasa lebih ringan. Intinya di balik penderitaan yang menimpa masih banyak nikmat Allah yang kita rasakan. Maka bersyukur dan ingatlah nikmat Allah itu,niscaya kebahagiaan akan menjadi milik kita.Insya Allah.

Related Post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar